Slot Online Bola Online Judi Bola Agen Tembak Ikan Online Slot Online Terbaik Asia Poker Ion Casino Agen Judi Online Agen Sbobet Bola Agen Judi Bola Sbobet Agen Sbobet Casino Agen joker123

Lima Bangunan-bangunan Bersejarah yang Ada di Yogyakarta

Lima Bangunan-bangunan Bersejarah yang Ada di Yogyakarta

Lima Bangunan-bangunan Bersejarah yang Ada di Yogyakarta – Bangunan bersejarah adalah bangunan yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta mempunyai kaitannya dengan peristiwa nasional maupun internasional. Pada tahun 1946 sampai dengan tahun 1949 Yogyakarta pernah menjadi ibu kota negara.

Indonesia memiliki banyak candi dan arca bekas peninggalan zaman kerajaan Hindu dan Buddha. Zaman kerajaan Islam juga meninggalkan bangunan historis yang cukup banyak seperti masjid dan keraton. Kota yang kita kenal sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta ini memiliki sejarah dan andil dalam pembentukan pemerintahan Indonesia.

Jika sedang berlibur atau berencana ke Yogyakarta, kalian perlu tahu bahwa ada beberapa bangunan bersejarah yang wajib kalian kunjungi. Tidak hanya berwisata saja, kalian juga bisa sambil mempelajari sejarah melalui bangunan-bangunan yang sudah didirikan pada zaman dahulu. Simak lima bangunan bersejarah yang ada di Yogyakarta, yuk!

1. Benteng Vredebrug
Kaya Nilai Budaya, Ini 5 Bangunan Bersejarah di Yogyakarta 

Benteng Verdebrug adalah museum perjuangan nasional Indonesia. Kini museum ini menjadi salah satu peninggalan sejarah yang menjadi pilihan wisata edukasi sejarah yang berada di Yogyakarta.

Lokasi museum ini berada di Jalan Ahmad Yani atau lebih tepatnya di ujung jalan Malioboro. Di dalam museum tersebut, terdapat diorama-diorama yang menggambarkan masa perjuangan, koleksi benda-benda bersejarah, foto-foto, dan lukisan tentang perjuangan nasional.

2. Monumen Serangan Umum 1 Maret 
Kaya Nilai Budaya, Ini 5 Bangunan Bersejarah di Yogyakarta 

Masih di lokasi yang sama dari Benteng Vredebrug, terdapat bangunan bersejarah yang berhadapan dengan kantor pos besar Yogyakarta. Bangunan tersebut adalah Monumen Serangan Umum 1 Maret.

Monumen ini didirikan untuk memperingati serangan umum Letnan Kolonel Soeharto yang menjadi komando Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat itu. TNI melakukan serangan tersebut tepat pada tanggal 1 Maret 1949 karena saat itu Belanda menganggap Indonesia sudah lumpuh. Dalam peperangan tersebut TNI berhasil menduduki kota Yogyakarta dalam waktu 6 jam saja, lho. Hingga saat ini monumen ini menjadi bukti sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan.

3. Gedung Agung Yogyakarta 
Kaya Nilai Budaya, Ini 5 Bangunan Bersejarah di Yogyakarta 

Gedung Agung yang dijadikan sebagai Istana Negara Jogja ini, berlokasi tepat berhadapan dengan benteng Verdebrug. Tepatnya berada di jalan Ahmad Yani atau yang lebih dikenal sebagai jalan Malioboro.

Gedung ini berdiri di atas luas tanah 43,585 m2 dan didirikan pada Mei 1824. berdirinya gedung ini diprakarsai oleh Anthony Hendrik Smissaerat, Residen Yogyakarta ke-18. Pada tanggal 6 Januari 1946 istana ini berubah menjadi istana kepresidenan bersamaan dengan dijadikannya Kota Yogyakarta menjadi ibu kota Negara Republik Indonesia. Sama halnya dengan gedung kepresidenan lainnya, gedung ini berfungsi untuk menerima tamu-tamu negara.

4. Museum Perjuangan 
Kaya Nilai Budaya, Ini 5 Bangunan Bersejarah di Yogyakarta 

Museum yang berada di jalan Kolonel Sugiyono No. 24 ini didirikan pada tanggal 17 Agustus 1945 bersama peletakan batu pertamanya oleh Sri Paku Alam VIII. Museum ini ditujukan untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia pada masa kebangkitan nasional.

Saat kalian berada di depan pintu masuk, kalian akan dihadapkan dengan 17 anak tangga dan selanjutnya bertemu pintu utama dengan 8 daun pintu. Selain itu juga terdapat 45 jendela yang mengelilingi dinding museum tersebut. Jumlah anak tangga, daun pintu, dan jendela tersebut diartikan sebagai simbol yang mengingatkan kita pada tahun kemerdekaan Indonesia.

5. Monumen Jogja Kembali 
Kaya Nilai Budaya, Ini 5 Bangunan Bersejarah di Yogyakarta 

Pada tanggal 29 Juni 1985 Monumen Jogja Kembali atau yang lebih dikenal sebagai Monjali ini didirikan. Monumen ini berlokasi di  daerah Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Monumen ini dibangun sebagai tanda keberhasilan TNI merebut kembali Yogyakarta dari penjajahan Belanda. Di dalam museum ini kita akan disuguhi diorama-diorama dan koleksi peninggalan bersejarah yang menceritakan tentang perjuangan bangsa Indonesia pada masa penjajahan.

Bangunan monumen ini memiliki 3 lantai yang terdiri dari museum, perpustakaan, dan auditorium lantai pertama. Di lantai kedua, terdapat 10 diorama dan relief yang menceritakan garis besar perjuangan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Di lantai ketiga, terdapat ruang yang dinamai Garbha Graha.